Cat-1
Cat-2
Cat-3
Cat-4
Latest Posts
Apakabar marketer?
Hari ini saya ingin menginformasikan berita penting. Khususnya jika Anda pemula dan ingin benar-benar ngrasain gimana dapat penghasilan dari bisnis sederhana namun sangat powerful, tanpa harus meminta Anda melakukan banyak hal ribet. Baca! Jika Anda ingin cari uang di internet dengan cara paling mudah!
Apa yang jadi kendala bagi kebanyakan pemula untuk memulai bisnis onlie?
Apakah kalau sudah berhasil menarik banyak pengunjung benar-benar bisa menghasilkan banyak uang?
Bisa iya bisa tidak. Kenapa..?
Jika Anda menarik banyak pengunjung ke situs orang lain melalui affiliate link/referral link/link replika, maka kronologi berikut ini berlaku:
Pertama:
Begitu orang meng-klik affiliate link Anda, dia akan terbawa ke situs si penjual produk. Dengan begitu pengunjung akan segera mengetahui situs apa yang Anda promosikan itu.
Kedua:
Jika pun dia tertarik, banyak alasan yang membuatnya tidak beli pada saat itu. Mungkin lagi gak punya duit, atau harus pergi ke ATM untuk mentransfer, atau masih ragu dan ingin mempelajari lebih jauh lagi.
Ketiga:
Hal paling masuk akal ketika pengunjung tertarik adalah, dia akan mencatat alamat Domain website tersebut. Karena dia perlu kembali ke sana kapan dia siap melakukan pembayaran. Jika di pengunjung ini kembali ke situs dengan langsung mengetikkan alamat asli situs (tanpa link afiliasi), ditambah lagi, dia mengunjungi situs dari komputer berbeda, maka sia-sia usaha afiliasi.
Kelima:
Jika hal itu yang banyak terjadi, itu bukti bahwa usaha keras Anda selama ini tidak membuahkan hasil memuaskan karena kebiasaan pengunjung.
Dan faktanya, memang seperti itu yang banyak terjadi. Sama seperti saya dulu, melewatkan 2 tahun lebih untuk berjuang di bisnis online namun hanya sedikit sekali yang dapat dihasilkan. Udah gitu, sebelum seperti sekarang ini, saya sudah melewati tahun demi tahun dengan pengorbanan dan menghabiskan Jutaan Rupiah untuk mencoba berbagai hal.
Question:
Apakah Anda punya waktu 2 tahun dan uang Jutaan Rupiah untuk mengulangi perjalanan saya?
INGAT!
Sebelum Anda benar-benar bisa menghasilkan uang dari internet, akan ada waktu, kerja keras dan uang yang harus dikorbankan. Dalam beberapa kasus, ini memakan hingga 3 sampai 4 tahun.
Bisnis adalah bisnis. Dan pada setiap bisnis ada investasi yang harus diletakkan, baik itu waktu untuk belajar, kerja keras dan tentu saja uang.
Tapi kalo modal, perlatan dan waktu sudah menjadi kendala utama bagi pemula, maka tidak ada cara lain yang paling DASYAT selain menggunakan sistem yang Powerful yang terbukti mampu mengalirkan penghasilan, bahkan secara mingguan.
Ini berita bagusnya buat Anda:
Setiap minggu ada Jutaan Rupiah keluar untuk para member. Sekarang giliran Anda kebagian penghasilan mingguan!
Join Gratis, Download dan Pelajari Strategi bisnis terheboh di tahun 2012 dan buktikan bahwa pemula pun bisa meraih income Jutaan Per Minggu!
Kalau sudah punya penghasilan, mau apa saja, terserah Anda.
Download rahasianya Sekarang Juga, dan cepat bertindak sebelum yang lain mendahului Anda!
P.S. Ini bukan kegiatan blogging, MLM, forex, HYIP, money game, jualan ebook dan semacamnya. Download saja dan pahami sistemnya, kemudian ambil tindakan dan buktikan!
Hari ini saya ingin menginformasikan berita penting. Khususnya jika Anda pemula dan ingin benar-benar ngrasain gimana dapat penghasilan dari bisnis sederhana namun sangat powerful, tanpa harus meminta Anda melakukan banyak hal ribet. Baca! Jika Anda ingin cari uang di internet dengan cara paling mudah!
Apa yang jadi kendala bagi kebanyakan pemula untuk memulai bisnis onlie?
Harus memulai dari nge-blog tapi bingung mau nge-blog apaan? Gak punya ide apalagi malas menulis. Ditambah lagi masih sama sekali gaptek dan bahkan bikin Facebook saja dibikinin temen...?
Ok.., ahirnya nge-blog juga. Tapi sebagai blogger baru, sudah pasti 2 atau 3 bulan kegiatan dipakai untuk menulis artikel, tuker-tukeran link, dan sebagainya. Sudah nge-blog hampir 2 tahun tapi belum juga mendapat penghasilan dari blog? Susah mendatangkan pengunjung.. SEO terlalu berat? Banyak pesaing...?
Oke.. setelah nge-blog gak ada hasil, ahirnya mencoba join bisnis online, mempromosikan link afiliasi, dan hanya dapat penghasilan sedikit bahkan hanya NOL?
Sip!Satu-satunya rahasia menghasilkan uang dari bisnis online adalah Traffic (Arus Pengunjung). Bisnis apapun, jika Anda bisa menarik banyak pengunjung, Anda akan bisa menghasilkan uang dari internet, bahkan dalam jumlah yang lumayan. Sebaliknya, sebagus apapun Anda menulis blog, kalau tidak mampu mendatangkan banyak pengunjung, maka tidak akan banyak yang akan Anda raih - khususnya uang.
Sekarang banyak pemula pada mulai frustasi dan apatis sama bisnis online karena setelah berjuang keras hasilnya sangat sedikit malah beberapa sama sekali gak ada hasil.
Nice...
Jika itu Anda... maka Anda wajib baca yang berikut ini:
Apakah kalau sudah berhasil menarik banyak pengunjung benar-benar bisa menghasilkan banyak uang?
Bisa iya bisa tidak. Kenapa..?
Jika Anda menarik banyak pengunjung ke situs orang lain melalui affiliate link/referral link/link replika, maka kronologi berikut ini berlaku:
Pertama:
Begitu orang meng-klik affiliate link Anda, dia akan terbawa ke situs si penjual produk. Dengan begitu pengunjung akan segera mengetahui situs apa yang Anda promosikan itu.
Kedua:
Jika pun dia tertarik, banyak alasan yang membuatnya tidak beli pada saat itu. Mungkin lagi gak punya duit, atau harus pergi ke ATM untuk mentransfer, atau masih ragu dan ingin mempelajari lebih jauh lagi.
Ketiga:
Hal paling masuk akal ketika pengunjung tertarik adalah, dia akan mencatat alamat Domain website tersebut. Karena dia perlu kembali ke sana kapan dia siap melakukan pembayaran. Jika di pengunjung ini kembali ke situs dengan langsung mengetikkan alamat asli situs (tanpa link afiliasi), ditambah lagi, dia mengunjungi situs dari komputer berbeda, maka sia-sia usaha afiliasi.
Kelima:
Jika hal itu yang banyak terjadi, itu bukti bahwa usaha keras Anda selama ini tidak membuahkan hasil memuaskan karena kebiasaan pengunjung.
Dan faktanya, memang seperti itu yang banyak terjadi. Sama seperti saya dulu, melewatkan 2 tahun lebih untuk berjuang di bisnis online namun hanya sedikit sekali yang dapat dihasilkan. Udah gitu, sebelum seperti sekarang ini, saya sudah melewati tahun demi tahun dengan pengorbanan dan menghabiskan Jutaan Rupiah untuk mencoba berbagai hal.
Question:
Apakah Anda punya waktu 2 tahun dan uang Jutaan Rupiah untuk mengulangi perjalanan saya?
INGAT!
Sebelum Anda benar-benar bisa menghasilkan uang dari internet, akan ada waktu, kerja keras dan uang yang harus dikorbankan. Dalam beberapa kasus, ini memakan hingga 3 sampai 4 tahun.
Bisnis adalah bisnis. Dan pada setiap bisnis ada investasi yang harus diletakkan, baik itu waktu untuk belajar, kerja keras dan tentu saja uang.
Tapi kalo modal, perlatan dan waktu sudah menjadi kendala utama bagi pemula, maka tidak ada cara lain yang paling DASYAT selain menggunakan sistem yang Powerful yang terbukti mampu mengalirkan penghasilan, bahkan secara mingguan.
Ini berita bagusnya buat Anda:
- Anda tidak perlu ngotot harus memiliki peralatan wajib (PC/Laptop). Sebab bisnis online mensyaratkan itu. Tapi jika Anda ingin merasakan sendiri kehebatan sistem, mulailah tanpa itu dan lakukan apa yang harus Anda lakukan.
- Anda tidak harus memiliki rekening. Hampir semua bisnis online mensyaratkan Anda harus memiliki rekening. Kali ini tidak harus. Anda bisa terima penghasilan via Western Union atau Wesel Pos Kilat. Simple dan Mudah.
- Anda tidak harus Nge-Blog. Ini adalah kegiatan yang sangat memakan waktu, memeras pikiran dan tenaga, dan belum tentu bisa memberi Anda penghasilan yang serius. Percaya! Blog ini selalu rangkin 1 di Google untuk beberapa kelompok kata kunci populer, tapi tidak banyak uang yang dihasilkan.
- Anda tidak harus menghabiskan banyak modal. Faktanya, Anda hanya perlu menginvestasikan modal tidak lebih banyak dari harga HP-HP buatan Cina. Atau dengan kata lain, modalnya jauh lebih sedikit daripada harga HP Anda, atau biaya pulsa bulanan Anda.
- Anda bisa langsung praktek dan menghasilkan uang dalam beberapa hari. Faktanya, komisi dibayarkan setiap seminggu sekali.
Setiap minggu ada Jutaan Rupiah keluar untuk para member. Sekarang giliran Anda kebagian penghasilan mingguan!
Join Gratis, Download dan Pelajari Strategi bisnis terheboh di tahun 2012 dan buktikan bahwa pemula pun bisa meraih income Jutaan Per Minggu!
Kalau sudah punya penghasilan, mau apa saja, terserah Anda.
Download rahasianya Sekarang Juga, dan cepat bertindak sebelum yang lain mendahului Anda!
P.S. Ini bukan kegiatan blogging, MLM, forex, HYIP, money game, jualan ebook dan semacamnya. Download saja dan pahami sistemnya, kemudian ambil tindakan dan buktikan!
Cara membuat akun Liberty Reserve.
Satu hal yang tidak kalah canggihnya, saat ini anda bisa menyimpan uang anda di internet dengan sebuah fasilitas rekening online atau biasa juga disebut e-currency. Salah satu e-currency yang paling aman dan nyaman untuk menyimpan dana saat ini adalah Libertyreserve dan Paypal. Nah, kalo hari ini anda belum punya rekening internet/e-currency, berarti anda belum bisa dikategorikan sebagai netter sejati. Olehnya itu berikut ini saya akan memberikan panduan mendafatar di salah satu e-currency yang saya maksud di atas yaitu Liberti Reserve (LR). Berikut Cara membuat akun Liberty Reserve :
- Buka situs Liberty Reserve!
- Klik Create an Account.
- Isi semua data yang dibutuhkan, tanda bintang itu berarti wajib diisi, lalu klik agree.
- Setelah itu, anda akan mendapatkan data account anda dan simpan semua data tersebut baik-baik di komputer anda karena hal ini sangat penting dan secret sifatnya.
- Cek email anda untuk mendapatkan login ID anda. seperti pada gambar di bawah ini.
- silahkan login untuk menyelesaikan step 1. ikuti sesuai pada gambar.
- Langkah selanjutnya adalah konfirmasi, jika anda diminta untuk mengisi pin konfirmasi, silahkan cek email anda untuk mendapatkan pin tersebut. Jika tidak, silahkan langsung saja menuju step selanjutnya. Centang Confirm dan klik continue !
- Setelah itu, Anda akan masuk ke akun anda dan diminta untuk login pin. Silahkan klikLOGIN PIN !
- Masukkan Nomor Login PIN yang telah anda simpan sebelumnya!
- Selanjutnya anda di minta untuk melengkapi seluruh data akun anda. Silahkan masukkan semua data anda dan ingat, tada bintang itu wajib di isi. Dan Jika sudah selesai, silahkan klik Submit !
- Nah, sekarang akun anda telah jadi.Demikianlah panduan lengkap yang dilengkapi gambar tentang cara membuat akun Liberty Reserve.
Di bawah ini adalah cara memasang iklan yang harus dilakukan oleh seorang Advertisers : 1. Silakan lakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan mengklik tulisan "Create Advertise Account" seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini : 2. Lakukan registrasi dengan mengisikan data diri Anda seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini : Setelah registrasi sukses, AdsenseCamp akan mengirimkan email aktivasi ke alamat email yang Anda daftarkan 3. Lakukan konfirmasi pendaftaran pada email yang kami kirimkan dengan mengklik pada URL seperti di bawah ini : Selanjutnya, Anda akan mendapatkan konfirmasi yang menyatakan bahwa Anda telah menjadi member AdsenseCamp.com 4. Login ke AdsenseCamp.com dengan menggunakan username dan password Anda. 5. Setelah masuk pada member area pilih Advertiser dan klik pada menu "Pasang Iklan". 6. Pasang materi iklan yang Anda inginkan lalu tekan SUBMIT apabila Anda sudah mengisikan seluruhnya. 7. Setelah pasang Iklan Sukses, lakukan pembayaran sesuai dengan petunjuk yang kami berikan. 8. Iklan Anda bisa segera ditayangkan setelah kami mendapatkan bukti pembayaran dari Anda. |
Suasana trading yang kurang kondusif terkadang menyulitkan anda untuk meraih hasil trading yang maksimal. Misalnya saja beban fikiran dari kantor atau lingkungan sekitar tidak mendukungsepenuhnya untuk membuat anda lebih fit dan prima melakukan trading hari ini, sebaiknya urungkan saja dulu. Jangan memaksakan keadaan yang kurang kondusif, karena suasana psikologis sangat menentukan akan keberhasilan trading anda. Olehnya itu, dibutuhkan Tips Sukses Trading Forex untuk menangani semua itu.
Berikut ini 10 Tips Sukses Trading Forex yang saya rangkum dalam sebuah postingan :
- Selalu pasang TP dan SL : Banyak trader pemula yang sering kali mengabaikan yang namanya Stop Loss (SL) dan hanya memasang Take Profit (TP) pada setiap OP yang dilakukan. Padahal sebenarnya trading tanpa stop loss itu sama saja dengan merelakan keseluruhan margin yang anda punya. Olehnya itu, saya menyarankan memasang TP dan SL setiap entry anda.
- Tentukan Jam Trading yang pas buat anda : Tentukan jam yang pas buat anda trading, Silahkan lakukan demo selama 1 minggu atau 1 bulan, carilah waktu trading yang pas (yang banyak memberikan anda profit ketimbang loss). setelah dapat best time-nya, usahakan jangan pelototin chart/market kalo bukan best time anda.
- Jangan suka plototin market kalo bukan jam trading efesien anda : Jika seandainya waktu efesien trading anda itu pada malam hari, hindarilah untuk memplototin chart di siang hari, karena lekukan-lekukan chart itu mengalahkan lekukan tubuh gadis seksi dan akan selalu memancing anda untuk mencumbunya.
- Gunakan hanya 1 indikator/template saja : Jangan terlalu banyak indikator/template yang jadi acuan. Cukup 1 saja. karena kebanyakan indikator/template kadang membingungkan tradernya sendiri.
- Trading di 1 pair saja : Anda tidak perlu melakukan entry pada banyak Currency, toh sama saj jika anda trading fokus pada 1 pair saja. Malah anda akan semakin familiar dan dapat menguasai karakter sebuah mata uang jika anda fokus.
- Carilah pasangan mata uang dengan spread kecil : Secara tidak sadar, spread telah menggerogoti equiti kita, olehnya itu carilah pairs dengan spread yang paling terkecil. Untuk persoalan yang 1 ini, saya sarankan di pairs EUR/USD dengan spread 1-3. Kalo saya sendiri menggunakan broker masterforex dengan spread 2 untuk pair EUR/USD.
- Berlatihlah terus di demo dan jika sudah mahir, barulah action di real : Dengan melakukan demo, akan memberikan anda gambaran suasanya bahtera market yang akan anda arungi. Sehingga sebelum anda menggunakan dana real, anda sudah siap dengan berbagai strategy.
- Jangan ada niat balas dendam, kalo loss biarkan saja hari itu anda loss. masih ada kok hari esok : Kata pak Ustadz, balas dendam itu tidak baik. Jika memang hari ini anda loss, relakanlah! Jangan ada niat balas dendam untuk mengembalikan dana anda yang hilang hari ini.
- Tetapkan Tipe trading anda : Jika anda merasa lebih cocok trading di market tranding, jangan memaksakan diri untuk menjadi seorang scalper (nyopet).
- Tradinglah saat suasana psikology anda fit : Jangan memaksakan trading saat anda lagi putus cinta atau lagi banyak masalah, sebab hal ini bisa berakibat fatal terhadap trading anda. Ciptaknlah suasana yang rileks sebelum anda memulai trading.
Demikianlah 10 Tips Sukses Trading Forex semoga bermanfaat dalam mengais dollar dari dunia trading anda. by: Mencariuangdiinternet.com
Tanding memiliki tujuan sederhana tidak peduli apakah karena ada indikator matematika yang rumit , tidak peduli karena hasil mempelajari bertumpuk tumpuk berita yang kemudian Anda simpulkan , sebaiknya tidak mempersulit diri sendiri , atau mencari jalan yang paling mudah untuk dipelajari unruk anda sendiri . Bukanya dg metode yang simple saja sudah memerlukan banyak persiapan dan pekerjaan ??? saya justru mendapakan kesimpulan bahwa sedikit trader yang sukses mengatakan bahwa mereka ternyata mempunyai tranding system yang sederhana dimana hampir setiap orang mengetahuinya , misalnya moving average, pola pola klasik, candlelistyk, dll .
berikut pernyataan para master rader tentang technialis :
" analisis saya adalah sangat sederhana ; harga , volume , moving average , dan beberapa time frame "
kenapa alasanya trader sukses dunia meggunakan metode yang sangat sederhana ?? [/B] berikut komentarnya :
" Saya telah mengujinya selama 15 tahun dengan uang nyata saya sendiri di pasar ! Percaya dengan system saya , datang karena pengalaman dan sukses ; itu tidak bisa diprogram dalam komputer."
" Gunakan indikator yang simple , jangan mencari indikator atau oscilator yang paling sempurna. Itu tidak ada !! mengerti apa yang Anda ingikan sebagai seorang trader dan pelajari menjadi orang yang percaya diri. Tidak ada salahnya mendengarkan oang lain, tetapi anda adalah orang yang menanggung kerugian karena tranding yang anda jalankan . Jadi pastikan anda tau kenapa anda melakukan transaksi "
" tranding adalah tidak sulit . apa yang sulit adalah disiplin dan komitmen yang diperlukan dalam aktivitas tranding. "
" simple adalah mudah dan lebih baik "
" Analisis teknis adalah studi tentang pasar yang digambarkan melalui grafik , untuk memprediksikan kecenderungan ( tren ) harga dimasa mendatang ".
analisis teknis telah menjadi sangat populer akhir akhir ini , banyak orang yang percaya bahwa harga histori data dari harga merupakan indikasi yang kuat untuk menganalis pergerakan harga ke depan karena pergerakan harga yang selalu berulang.
by : indo.mt5
berikut pernyataan para master rader tentang technialis :
BRIAN SHANON
" analisis saya adalah sangat sederhana ; harga , volume , moving average , dan beberapa time frame "
kenapa alasanya trader sukses dunia meggunakan metode yang sangat sederhana ?? [/B] berikut komentarnya :
Brian Shanon
" Saya telah mengujinya selama 15 tahun dengan uang nyata saya sendiri di pasar ! Percaya dengan system saya , datang karena pengalaman dan sukses ; itu tidak bisa diprogram dalam komputer."
Brian Shanon
" Gunakan indikator yang simple , jangan mencari indikator atau oscilator yang paling sempurna. Itu tidak ada !! mengerti apa yang Anda ingikan sebagai seorang trader dan pelajari menjadi orang yang percaya diri. Tidak ada salahnya mendengarkan oang lain, tetapi anda adalah orang yang menanggung kerugian karena tranding yang anda jalankan . Jadi pastikan anda tau kenapa anda melakukan transaksi "
Michael Milligan
" tranding adalah tidak sulit . apa yang sulit adalah disiplin dan komitmen yang diperlukan dalam aktivitas tranding. "
Jim Wyckoff
"setelah saya belajar selama beberapa tahun , semakin kompleks dan banyak input dalam tranding plan dapat menyebabkan kebingungan , frustasi , dan mengurangi kemenangan ".Stewart Taylor
" simple adalah mudah dan lebih baik "
John J Murphy
" Analisis teknis adalah studi tentang pasar yang digambarkan melalui grafik , untuk memprediksikan kecenderungan ( tren ) harga dimasa mendatang ".
analisis teknis telah menjadi sangat populer akhir akhir ini , banyak orang yang percaya bahwa harga histori data dari harga merupakan indikasi yang kuat untuk menganalis pergerakan harga ke depan karena pergerakan harga yang selalu berulang.
by : indo.mt5
Setiap kelas yang berkuasa pasti menciptakan budayanya sendiri, dan karenanya juga menciptakan seni mereka sendiri. Sejarah telah menyaksikan adanya budaya-budaya perbudakan dari Timur dan keantikan budaya klasik, budaya feodal Eropa zaman pertengahan dan budaya borjuis yang saat ini memerintah dunia. Berangkat dari sinilah terdapat pemikiran bahwa kaum proletar juga harus menciptakan budaya dan seninya sendiri.
Pertanyaan yang muncul ternyata tak sesederhana seperti apa yang kita lihat pertama kali. Masyarakat dimana pemilik budak adalah kelas penguasa, bertahan dalam abad-abad yang panjang. Begitu juga yang terjadi dengan feodalisme. Budaya borjuis, jika kita menghitungnya mulai dari masa manifestasinya yang terbuka dan bergolak, yaitu mulai dari periode Renaissance, telah bertahan selama lima abad, tapi baru mencapai puncak perkembangannya mulai abad ke 19, atau lebih tepatnya separuh abad 19. Sejarah menunjukkan bahwa formasi sebuah kebudayaan baru yang berpusat di sekitar kelas penguasa menuntut waktu yang lumayan dan mencapai puncaknya pada periode sebelum dekadensi politik kelas tersebut.
Dapatkah proletar memiliki cukup waktu untuk menciptakan sebuah budaya “proletar”? Sebagai kebalikan dari rezim perbudakan, bangsawan-bangsawan feudal, dan borjuis, kaum proletar menganggap kediktatorannya sebagai periode transisi yang singkat. Saat kita menolak kesemua pandangan-pandangan yang terlalu optimistik mengenai transisi menuju sosialisme, maka kita menunjukkan bahwa periode revolusi sosial , dalam skala dunia, tidak akan berakhir dalam hitungan bulan ataupun tahun, tetapi berdekade-dekade, tetapi tidak sampai berabad-abd, dan tentunya tidak dalam ribuan tahun. Bisakah kaum proletar pada saat ini menciptakan sebuah budaya baru? Sah-sah saja jika kita meragukannya, karena tahun-tahun revolusi akan menjadi tahun-tahun perjuangan kelas yang kejam yang mana perusakan akan mengambil posisi yang lebih besar dibandingkan pembangunan yang baru. Pada semua tingkatan, energi kaum proletar sendiri akan terserap habis terutama dalam merebut kekuasaan, dalam menjaga dan memperkuatnya dan dalam menerapkannnya pada kebutuhan-kebutuhan eksistensi yang paling mendesak dan perjuangan lebih lanjut. Tetapi kaum proletar akan meraih tensi tertinggi dan manifestasi terpenuhnya dalam sifat-sifat kelasnya selama periode revolusioner ini dan ini akan berada dalam batasan-batasan sempit dimana kemungkinan rekonstruksi budaya yang sangat terencana akan terhambat.
Di pihak lain, ketika rezim baru ini menjadi begitu dijauhkan dari kejutan-kejutan militer dan politik dan ketika kondisi-kondisi bagi penciptaan budaya semakin dimungkinkan, kaum proletar akan semakin mencair ke dalam sebuah masyarakat sosialis dan akan membebaskan dirinya sendiri dari karakter-karakter kelasnya dan karenanya berhenti menjadi kelas proletariat. Dengan kata lain, bisa jadi tak ada pertanyaan mengenai penciptaan sebuah budaya baru, yaitu, dari konstruksi pada sebuah skala historis yang besar selama periode kediktatoran. Rekonstruksi budaya, yang akan dimulai saat kebutuhan akan kediktatoran bertangan besi yang tak pararel dalam sejarah menghilang, tidak akan memiliki karakter kelas lagi. Ini tampaknya menggiring kita pada satu kesimpulan bahwa tak ada budaya proletar dan bahwa tak akan ada alasan untuk menyesalinya. Kaum proletar meraih kekuasaan dengan tujuan menghindari budaya kelas selama-lamanya dan untuk membuat jalan bagi budaya manusia. Kita seringkali terlihat seakan-akan melupakannya.
Pembicaraan yang tak jelas mengenai budaya proletar, sebagai anti tesa terhadap budaya borjuis, menyediakan tempat untuk identifikasi yang sangat tidak kritis terhadap keniscayaan sejarah proletariat dan kaum borjuis. Metode liberal murni yang dangkal dalam membuat analogi-analogi bentuk-bentuk historis tidak memiliki kesamaan sama sekali dengan Marxisme. Tidak terdapat analogi riil antara perkembangan sejarah kaum borjuis dan kelas pekerja.
Pembangunan kebudayaan borjuis dimulai beberapa abad sebelum mereka meraih kekuasaan negara dalam genggaman tangannya dengan melalui serangkaian revolusi. Bahkan ketika borjuis hanyalah warga negara kelas tiga, yang hampir kehilangan hak-haknya, mereka memainkan bagian pertumbuhan yang terus menerus dan besar dalam semua lapangan budaya. Ini terutama tampak jelas dalam kasus arsitektur. Gereja-gereja Gothic tidaklah dibangun dengan tiba-tiba, dibawah denyutan inspirasi religius. Pembangunan kathedral Cologne, arsitektur serta patungnya, merangkum pengalaman arsitektural umat manusia sejak dari masa ketika hidup di gua serta menggabungkan elemen-elemen pengalaman ini dalam sebuah gaya baru yang mengekspresikan budaya dari masanya sendiri, yang pada analisa akhir, mengekspresikan struktur dan tekhnik sosial periode itu. Gilda-gilda pra-borjuis lama merupakan pembangun nyata aliran Gothic. Saat mereka bertumbuh dan bersinar kuat, yaitu, saat semakin kaya, kaum borjuis melewati tahapan Gothic secara sadar dan aktif dan menciptakan gaya arsitekturalnya sendiri, bukan untuk gereja, tetapi untuk istana-istana mereka sendiri.
Dengan dasar di Gothic, arsitektur ini berbelok ke zaman kuno, terutama ke arsitektural Roma dan kaum Moorish, dan menerapkan semuanya pada kondisi-kondisi dan kebutuhan-kebutuhan dari masyarakat kota baru, yang selanjutnya memicu adanya Renaissance (Italia pada akhir seperempat pertama abad lima belas). Para spesialis dapat menghitung elemen-elemen yang Renaissance ambil dari zaman kuno dan mana yang dari Gothic dan dapat berargumen pihak mana yang lebih kuat pengaruhnya. Tetapi Renaissance hanya dimulai saat sebuah kelas sosial baru, yang secara kultur sudah terbentuk penuh, merasa dirinya cukup kuat untuk keluar dari kungkungan arsitektur Gothic, untuk memandang pada seni Gothic dan semua yang datang sebelumnya sebagai material bagi penghapusannya sendiri, dan untuk menggunakan tekhnik masa lalu bagi tujuan-tujuan artistiknya sendiri. Ini juga menunjuk pada semua bentuk seni lainnya, tapi dengan perbedaan, bahwa karena fleksibilitas mereka yang lebih besar, yaitu, pada ketergantungan mereka yang semakin kecil pada tujuan-tujuan utilitarian dan material-material, maka seni yang “bebas” tidak menyatakan dialektika-dialektika gaya-gaya suksesif dengan dengan logika tegas seperti arsitektur.
Dari zaman Renaissance dan Reformasi, yang menciptakan kondisi intelektual serta politik yang lebih memungkinkan bagi kaum borjuis dalam masyarakat feodal, sampai zaman revolusi yang memindahkan kekuasaan pada pihak borjuis (di Prancis), terjadi tiga atau empat abad perkembangan dalam kekuatan intelektual dan material borjuis. Revolusi Besar Prancis dan perang-perang yang muncul darinya secara temporer merendahkan level materi budaya. Tapi sesudahnya rezim kapitalis menjadi terbentuk sebagai kekuatan yang “alami” dan “abadi”. Jadi proses-proses fundamental dalam perkembangan budaya borjuis dan kristalisasinya ke dalam gaya ditentukan oleh karakter-karakter borjuis sebagai kelas penindas dan pemilik. Kaum borjuis tidak hanya berkembang secara material di dalam masyarakat feodal, yaitu dengan memindahkan kekayaan yang menggoda ke dalam tangannya melalui berbagai cara, tetapi mereka merangkul kaum intelektual ke dalam kubunya serta menciptakan dasar budaya mereka (sekolah-sekolah, universitas, akademi, koran, majalah) jauh sebelum mereka secara terbuka mengambil kepenguasaan negara. Kita cukup mengingat bahwa borjuis Jerman, dengan tekhnologinya yang tak tertandingi, filsafat, ilmu pengetahuan dan seni, mengijinkan kekuasaan negara untuk berbaring pada tangan sebuah kelas birokratik feodal selambat-lambatnya 1918 dan memutuskan, atau lebih tepatnya, dipaksa untuk merebut kekuasaan pada tangannya hanya pada saat dasar material dari kebudayaan Jerman mulai terpecah-pecah.
Tetapi seseorang bisa menjawab: membutuhkan ribuan tahun untuk membentuk seni zaman perbudakan budak dan hanya ratusan tahun untuk menciptakan seni borjuis. Tidak bisakah, karenanya, seni proletar diciptakan dalam waktu 10 tahun? Basis-basis tekhnis kehidupan tidaklah sama sekali dengan masa kini dan karenanya temponya juga berbeda. Pertanyaan tersebut, yang pada awalnya terasa meyakinkan, dalam kenyataannya melupakan akar permasalahan. Tidak bisa diragukan, dalam perkembangan masyarakat baru, masanya akan datang saat ilmu ekonomi, kehidupan budaya dan seni akan menerima impuls-impuls terbesar ke depan. Sekarang kita hanya bisa menciptakan impian-impian tentang tempo mereka. Dalam sebuah masyarakat yang akan menyingkirkan ketakutan dan kekhawatiran yang melemahkan semangat mengenai roti seseorang setiap hari, yang didalamnya restauran komunal akan menyiapkan makanan lezat, makanan berselera dan sehat untuk masyarakat pilih, laundri-laundri komunal akan membersihkan kain-kain linen indah milik semua orang, anak-anak, semua anak-anak, akan dipenuhi kebutuhan pangannya dengan baik sehingga kuat dan sehat, dan mereka akan mengambil elemen-elemen mendasar ilmu pengetahuan dan seni seperti mereka mendapatkan albumen, udara dan kehangatan matahari, dalam sebuah masyarakat dimana listrik dan radio tidak akan menjadi keahlian khusus bagi mereka saat ini, tetapi berasal dari sumber kekuatan super yang tak pernah lelah dengan menekan sebuah tombol utama, di mana tidak akan terdapat "mulut yang tak berguna," di mana keegoisan liberal dari kekuatan adikuasa!” akan diarahkan seluruhnya pada pemahaman, transformasi dan perbaikan alam semesta –dalam masyarakat yang demikian pembangunan dinamis kebudayaan tak akan tertandingi oleh semua pembangunan di masa sebelumnya. Tetapi kesemuanya hanya akan datang sesudah sebuah pendakian, yang panjang dan sulit, yang masih menghadang kita didepan. Dan kita saat ini terbukti sedang membicarakan periode-periode pendakian tersebut.
Tetapi tidakkah momen saat ini dinamis? Ya, sangat betul memang. Tetapi kedinamisan ini terpusat pada politik. Perang dan revolusi memang dinamis, tetapi dengan biaya tekhnologi serta budaya. Adalah benar bahwa perang telah menghasilkan deretan panjang penemuan-penemuan tekhnologi. Tetapi kemiskinan yang perang hasilkan telah menghentikan penerapan praksis dari penemuan-penemuan ini untuk waktu yang lama dan karenanya juga menghentikan kemungkinan keberadaan mereka dalam kehidupan yang revolusioner. Ini menunjuk pada radio, aviasi, dan banyak penemuan-penemuan mekanis lainnya.
Pada pihak lain, revolusi memberikan landasan bagi adanya sebuah masyarakat baru. Tetapi ini dilakukan dengan metode masyarakat lama, dengan perjuangan kelas, dengan kekerasan, penghancuran dan pemunahan. Jika revolusi proletar tidak datang, umat manusia akan tercekik dalam pertentangannya sendiri. Revolusi menyelamatkan masyarakat dan budaya, tetapi dilakukan melalui pembedahan yang paling kejam. Semua kekuatan aktif dikonsentrasikan ke dalam politik dan perjuangan revolusioner, segala sesuatu yang lain didorong kembali ke dalam latar belakangnya dan semua halangan akan dilindas. Dalam proses ini, tentu saja terdapat pasang dan surut; komunisme militeristik memberikan tempat bagi NEP, yang sebaliknya, dilewati melalui beberapa tahapan.
Tetapi dalam esensinya, kediktatoran proletariat bukanlah sebuah organisasi untuk pemproduksian budaya bagi sebuah masyarakat baru, tetapi merupakan sebuah sistem militeristik dan revolusioner yang berjuang untuk ini. Ini tidak boleh dilupakan. Kita berfikir bahwa sejarawan masa depan akan menempatkan titik kulminasi masyarakat lama pada tanggal 2 Agustus 1914, saat kekuatan budaya borjuis membiarkan dunia terjerumus ke dalam darah dan api perang imperialistik. Awal dari sejarah baru umat manusia akan dikenang pada momen 7 November 1917. Tahapan-tahapan dasar perkembangan manusia yang kita percayai akan terbentuk adalah sebagai berikut: ‘sejarah’ pra historic manusia primitif; sejarah kuno, yang kebangkitannya didasarkan atas perbudakan; Abad-abad pertengahan, didasarkan pada kepemilikan tanah; kapitalisme, dengan exploitasi upah bebas; dan akhirnya masyarakat sosialis, dengan transisi ke dalam komunitas tanpa negara yang kita harapkan tak menyakitkan. Dua puluh, tiga puluh, atau lima puluh tahun lagi revolusi proletar dunia akan turun dalam sejarah sebagai pendakian yang tersulit dari satu sistem ke sistem yang lain, tetapi sama sekali bukanlah sebuah era yang independen dari budaya proletar.
Sekarang, tahun-tahun untuk mengambil nafas dan beristirahat sejenak, beberapa ilusi mungkin muncul dalam Republik Soviet dalam hubungannya dengan hal ini. Kita telah menempatkan pertanyaan-pertanyaan budaya pada keteraturan hari. Dengan memproyeksikan masalah-masalah kita sekarang pada masa depan yang jauh, seseorang dapat berfikir sendiri mengenai deretan tahun-tahun yang panjang menuju budaya proletar. Tetapi tidak peduli sepenting dan seurgen apapun pembangunan budaya kita nantinya, ini sepenuhnya didominasi oleh pendekatan revolusi Eropa dan dunia. Kita, seperti sebelumnya, merupakan prajurit-prajurit dalam sebuah perjalanan panjang. Kita sedang berkemah barang sehari. Pakaian kita harus dicuci, rambut kita harus dipangkas dan disisir, dan, yang terpenting dari kesemuanya, senapan kita harus dibersihkan dan diminyaki. Keseluruhan ekonomi dan kerja-kerja budaya saat ini tidak lebih penting dari penyerahan diri kita ke dalam dua pertempuran dan dua perjuangan. Pertempuran-pertempuran prinsipil menghadang didepan, mungkin tidak terlalu lama lagi. Masa kita belumlah sebuah masa bagi kebudayaan baru, tetapi hanya tangga menuju kesana. Kita harus, pertama kali, merebut kepemilikan, secara politis, elemen terpenting budaya lama, sampai satu tingkatan, setidaknya, mampu untuk mengahaluskan jalan bagi sebuah kebudayaan baru.
Ini terutama menjadi jelas ketika seseorang menganggapnya seperti seharusnya, yaitu dalam karakter-karakter internasionalnya. Kaum proletar bukanlah kelas yang menguasai kepemilikan. Ini sendiri sangat menjauhkan kaum proletar dari kemungkinan untuk menguasai elemen-elemen budaya borjuis yang telah memasuki inventarisasi umat manusia untuk selama-lamanya. Dalam pengertian tertentu, bisa dibenarkan jika seseorang berkata bahwa kaum proletar juga, setidaknya proletariat Eropa, memiliki masa perubahannya sendiri. Era tersebut muncul pada pertengahan kedua abad 19 saat, tanpa melakukan sebuah tindakan terhadap kekuasaan negara secara langsung, mereka meraih kondisi-kondisi legal perubahan yang lebih bisa diterima di bawah sistem borjuis.
Tetapi, yang pertama kali harus diperhatikan, periode ‘reformasi’ ini (parlementarianisme dan perubahan sosial), yang utamanya berhubungan dengan periode sejarah Internasionalisme Kedua, hanya memberikan kaum proletar waktu yang demikian panjang seperti halnya apa yang mereka berikan pada borjuis di masa sebelumnya. Yang kedua, kaum proletar, selama periode persiapan ini, tidak semuanya menjadi sebuah kelas yang lebih makmur dan tidak juga mengkonsentrasikan kekuatan material pada tangannya. Sebaliknya, dari cara pandang budaya dan sosial, mereka terus menerus menjadi semakin tidak beruntung. Kaum borjuis mulai berkuasa dengan dipersenjatai secara penuh oleh kebudayaan di masanya. Kaum proletar, pada pihak lain, berkuasa dengan dipersenjatai secara penuh dengan kebutuhan yang akut akan penguasaan budaya. Permasalahan yang dihadapi proletariat yang telah merebut kekuasaan terdiri dari, pertama, bagaimana menggenggam aparatur-aparatur budaya –industri, sekolah, publikasi, pers, teater, dan lain sebagainya.-yang tidak berpihak padanya sebelumnya, dan karenanya membuka lintasan bagi budaya mereka sendiri.
Tugas kita di Rusia diperumit oleh kemiskinan tradisi budaya secara menyeluruh dan oleh penghancuran material yang dikarenakan oleh kejadian-kejadian pada dekade terakhir. Setelah pengambilan kekuasaan dan sesudah hampir sembilan tahun perjuangan untuk retensi dan konsolidasi, kaum proletar kita dipaksa untuk mengerahkan seluruh energinya pada penciptaan kondisi-kondisi paling mendasar dari eksisensi material dan penciptaan hubungan dengan ABC budaya -ABC dalam pengertian kata yang sesungguhnya dan literal. Bukannya untuk tujuan kosong jika kita membebani diri kita sendiri dengan tugas memiliki kesusastraan universal pada peringatan tahun kesepuluh rezim Soviet.
Mungkin seseorang keberatan bahwa saya menaruh konsep budaya proletar dalam sebuah pengertian yang terlalu luas. Mungkin tak kita temukan budaya proletar secara penuh dan lengkap, tapi kelas pekerja bisa memberi tanda keberadaannya dalam budaya sebelum mereka luruh dalam sebuah masyarakat komunis. Keberatan seperti demikian pertama kali harus di daftar sebagai sebuah kemunduran serius dari sebuah posisi dimana budaya proletar dimungkinkan kedatangannya. Tidak perlu dipertanyakan bahwa kaum proletar, di masa kediktatorannya, akan mensinyalkan keberadaannya pada lapangan kebudayaan. Tetapi kedatangan budaya proletar masihlah jauh, dalam pengertian jika yang dimaksud sebagai budaya adalah sistem pengetahuan yang harmonis dan sudah berkembang dan seni dalam keseluruhan lapangan kerja spiritual dan material. Dikuasainya baca tulis dan aritmetika oleh sepuluh juta manusia dalam sejarah untuk pertama kali adalah sebuah fakta budaya baru yang betul-betul luar biasa. Esensi budaya baru tidak akan lagi berkutat dalam budaya aristokratik yang hanya dimengerti oleh sebuah kelompok minoritas dengan privilese, tetapi sebuah budaya massa, sebuah budaya yang universal dan populer. Kwantitas akan bergerak menuju kwalitas; dengan pertumbuhan kwantitas budaya akan datang sebuah kenaikan dalam level dan perubahan dalam karakternya. Tetapi proses ini akan berkembang hanya melalui serangkaian tahapan-tahapan historis. Dalam tingkatan dimana proses tersebut berhasil dengan baik, ini akan melemahkan karakter kelas kaum proletar dan dalam perjalanannya ini akan menghapus basis budaya proletar.
Bagaimana dengan tingkatan teratas dari kelas pekerja? Bagaimana dengan garda depan revolusionernya? Tidak bisakah seseorang berkata bahwa sebuah perkembangan budaya proletar sedang terjadi saat ini meskipun dalam lingkup yang sempit? Bukankah kita mempunyai Akademi Sosialis? Profesor merah? Beberapa orang salah dalam menaruh pertanyaan ini dalam pengertian yang demikian yang abstrak. Ide seperti ini seolah-olah mengatakan bahwa adalah mungkin untuk menciptakan budaya proletar dengan metode-metode laboratorium.
Faktanya, tekstur budaya terjalin pada pada titik-titik di mana hubungan-hubungan dan interaksi-interaksi intelegensia sebuah kelas dan kelas lain bertemu. Budaya borjuis-tekhnis, politis, filosofis dan artistik, dibangun melalui interaksi borjuis dan para penemu-penemu, pemimpin-pemimpin, pemikir-pemikir dan penulis-penulis puisinya. Pembaca menciptakan penulis dan penulis menciptakan pembaca. Ini memang benar dalam tingkatan proletariat yang lebih besar, karena ekonomi, politik dan budayanya hanya bisa dibangun di atas dasar aktivitas kreatif massa.
Tugas utama kaum intelektual proletar dalam waktu mendatang bukanlah pembentukan sebuah budaya baru secara abstrak tanpa memperhitungkan ketiadaan dasar bagi ini semua, tetapi lebih pada penentuan budaya secara tepat, yaitu dalam bentuk penanaman yang kritis, berencana dan sistematis kepada massa yang terbelakang mengenai elemen-elemen esensial budaya yang sudah ada. Mustahil untuk menciptakan sebuah budaya kelas dibelakang punggung sebuah kelas. Dan untuk membangun kebudayaan melalui kerjasama dengan kelas pekerja dan dalam kontak yang dekat dengan kemunculan
Pertanyaan yang muncul ternyata tak sesederhana seperti apa yang kita lihat pertama kali. Masyarakat dimana pemilik budak adalah kelas penguasa, bertahan dalam abad-abad yang panjang. Begitu juga yang terjadi dengan feodalisme. Budaya borjuis, jika kita menghitungnya mulai dari masa manifestasinya yang terbuka dan bergolak, yaitu mulai dari periode Renaissance, telah bertahan selama lima abad, tapi baru mencapai puncak perkembangannya mulai abad ke 19, atau lebih tepatnya separuh abad 19. Sejarah menunjukkan bahwa formasi sebuah kebudayaan baru yang berpusat di sekitar kelas penguasa menuntut waktu yang lumayan dan mencapai puncaknya pada periode sebelum dekadensi politik kelas tersebut.
Dapatkah proletar memiliki cukup waktu untuk menciptakan sebuah budaya “proletar”? Sebagai kebalikan dari rezim perbudakan, bangsawan-bangsawan feudal, dan borjuis, kaum proletar menganggap kediktatorannya sebagai periode transisi yang singkat. Saat kita menolak kesemua pandangan-pandangan yang terlalu optimistik mengenai transisi menuju sosialisme, maka kita menunjukkan bahwa periode revolusi sosial , dalam skala dunia, tidak akan berakhir dalam hitungan bulan ataupun tahun, tetapi berdekade-dekade, tetapi tidak sampai berabad-abd, dan tentunya tidak dalam ribuan tahun. Bisakah kaum proletar pada saat ini menciptakan sebuah budaya baru? Sah-sah saja jika kita meragukannya, karena tahun-tahun revolusi akan menjadi tahun-tahun perjuangan kelas yang kejam yang mana perusakan akan mengambil posisi yang lebih besar dibandingkan pembangunan yang baru. Pada semua tingkatan, energi kaum proletar sendiri akan terserap habis terutama dalam merebut kekuasaan, dalam menjaga dan memperkuatnya dan dalam menerapkannnya pada kebutuhan-kebutuhan eksistensi yang paling mendesak dan perjuangan lebih lanjut. Tetapi kaum proletar akan meraih tensi tertinggi dan manifestasi terpenuhnya dalam sifat-sifat kelasnya selama periode revolusioner ini dan ini akan berada dalam batasan-batasan sempit dimana kemungkinan rekonstruksi budaya yang sangat terencana akan terhambat.
Di pihak lain, ketika rezim baru ini menjadi begitu dijauhkan dari kejutan-kejutan militer dan politik dan ketika kondisi-kondisi bagi penciptaan budaya semakin dimungkinkan, kaum proletar akan semakin mencair ke dalam sebuah masyarakat sosialis dan akan membebaskan dirinya sendiri dari karakter-karakter kelasnya dan karenanya berhenti menjadi kelas proletariat. Dengan kata lain, bisa jadi tak ada pertanyaan mengenai penciptaan sebuah budaya baru, yaitu, dari konstruksi pada sebuah skala historis yang besar selama periode kediktatoran. Rekonstruksi budaya, yang akan dimulai saat kebutuhan akan kediktatoran bertangan besi yang tak pararel dalam sejarah menghilang, tidak akan memiliki karakter kelas lagi. Ini tampaknya menggiring kita pada satu kesimpulan bahwa tak ada budaya proletar dan bahwa tak akan ada alasan untuk menyesalinya. Kaum proletar meraih kekuasaan dengan tujuan menghindari budaya kelas selama-lamanya dan untuk membuat jalan bagi budaya manusia. Kita seringkali terlihat seakan-akan melupakannya.
Pembicaraan yang tak jelas mengenai budaya proletar, sebagai anti tesa terhadap budaya borjuis, menyediakan tempat untuk identifikasi yang sangat tidak kritis terhadap keniscayaan sejarah proletariat dan kaum borjuis. Metode liberal murni yang dangkal dalam membuat analogi-analogi bentuk-bentuk historis tidak memiliki kesamaan sama sekali dengan Marxisme. Tidak terdapat analogi riil antara perkembangan sejarah kaum borjuis dan kelas pekerja.
Pembangunan kebudayaan borjuis dimulai beberapa abad sebelum mereka meraih kekuasaan negara dalam genggaman tangannya dengan melalui serangkaian revolusi. Bahkan ketika borjuis hanyalah warga negara kelas tiga, yang hampir kehilangan hak-haknya, mereka memainkan bagian pertumbuhan yang terus menerus dan besar dalam semua lapangan budaya. Ini terutama tampak jelas dalam kasus arsitektur. Gereja-gereja Gothic tidaklah dibangun dengan tiba-tiba, dibawah denyutan inspirasi religius. Pembangunan kathedral Cologne, arsitektur serta patungnya, merangkum pengalaman arsitektural umat manusia sejak dari masa ketika hidup di gua serta menggabungkan elemen-elemen pengalaman ini dalam sebuah gaya baru yang mengekspresikan budaya dari masanya sendiri, yang pada analisa akhir, mengekspresikan struktur dan tekhnik sosial periode itu. Gilda-gilda pra-borjuis lama merupakan pembangun nyata aliran Gothic. Saat mereka bertumbuh dan bersinar kuat, yaitu, saat semakin kaya, kaum borjuis melewati tahapan Gothic secara sadar dan aktif dan menciptakan gaya arsitekturalnya sendiri, bukan untuk gereja, tetapi untuk istana-istana mereka sendiri.
Dengan dasar di Gothic, arsitektur ini berbelok ke zaman kuno, terutama ke arsitektural Roma dan kaum Moorish, dan menerapkan semuanya pada kondisi-kondisi dan kebutuhan-kebutuhan dari masyarakat kota baru, yang selanjutnya memicu adanya Renaissance (Italia pada akhir seperempat pertama abad lima belas). Para spesialis dapat menghitung elemen-elemen yang Renaissance ambil dari zaman kuno dan mana yang dari Gothic dan dapat berargumen pihak mana yang lebih kuat pengaruhnya. Tetapi Renaissance hanya dimulai saat sebuah kelas sosial baru, yang secara kultur sudah terbentuk penuh, merasa dirinya cukup kuat untuk keluar dari kungkungan arsitektur Gothic, untuk memandang pada seni Gothic dan semua yang datang sebelumnya sebagai material bagi penghapusannya sendiri, dan untuk menggunakan tekhnik masa lalu bagi tujuan-tujuan artistiknya sendiri. Ini juga menunjuk pada semua bentuk seni lainnya, tapi dengan perbedaan, bahwa karena fleksibilitas mereka yang lebih besar, yaitu, pada ketergantungan mereka yang semakin kecil pada tujuan-tujuan utilitarian dan material-material, maka seni yang “bebas” tidak menyatakan dialektika-dialektika gaya-gaya suksesif dengan dengan logika tegas seperti arsitektur.
Dari zaman Renaissance dan Reformasi, yang menciptakan kondisi intelektual serta politik yang lebih memungkinkan bagi kaum borjuis dalam masyarakat feodal, sampai zaman revolusi yang memindahkan kekuasaan pada pihak borjuis (di Prancis), terjadi tiga atau empat abad perkembangan dalam kekuatan intelektual dan material borjuis. Revolusi Besar Prancis dan perang-perang yang muncul darinya secara temporer merendahkan level materi budaya. Tapi sesudahnya rezim kapitalis menjadi terbentuk sebagai kekuatan yang “alami” dan “abadi”. Jadi proses-proses fundamental dalam perkembangan budaya borjuis dan kristalisasinya ke dalam gaya ditentukan oleh karakter-karakter borjuis sebagai kelas penindas dan pemilik. Kaum borjuis tidak hanya berkembang secara material di dalam masyarakat feodal, yaitu dengan memindahkan kekayaan yang menggoda ke dalam tangannya melalui berbagai cara, tetapi mereka merangkul kaum intelektual ke dalam kubunya serta menciptakan dasar budaya mereka (sekolah-sekolah, universitas, akademi, koran, majalah) jauh sebelum mereka secara terbuka mengambil kepenguasaan negara. Kita cukup mengingat bahwa borjuis Jerman, dengan tekhnologinya yang tak tertandingi, filsafat, ilmu pengetahuan dan seni, mengijinkan kekuasaan negara untuk berbaring pada tangan sebuah kelas birokratik feodal selambat-lambatnya 1918 dan memutuskan, atau lebih tepatnya, dipaksa untuk merebut kekuasaan pada tangannya hanya pada saat dasar material dari kebudayaan Jerman mulai terpecah-pecah.
Tetapi seseorang bisa menjawab: membutuhkan ribuan tahun untuk membentuk seni zaman perbudakan budak dan hanya ratusan tahun untuk menciptakan seni borjuis. Tidak bisakah, karenanya, seni proletar diciptakan dalam waktu 10 tahun? Basis-basis tekhnis kehidupan tidaklah sama sekali dengan masa kini dan karenanya temponya juga berbeda. Pertanyaan tersebut, yang pada awalnya terasa meyakinkan, dalam kenyataannya melupakan akar permasalahan. Tidak bisa diragukan, dalam perkembangan masyarakat baru, masanya akan datang saat ilmu ekonomi, kehidupan budaya dan seni akan menerima impuls-impuls terbesar ke depan. Sekarang kita hanya bisa menciptakan impian-impian tentang tempo mereka. Dalam sebuah masyarakat yang akan menyingkirkan ketakutan dan kekhawatiran yang melemahkan semangat mengenai roti seseorang setiap hari, yang didalamnya restauran komunal akan menyiapkan makanan lezat, makanan berselera dan sehat untuk masyarakat pilih, laundri-laundri komunal akan membersihkan kain-kain linen indah milik semua orang, anak-anak, semua anak-anak, akan dipenuhi kebutuhan pangannya dengan baik sehingga kuat dan sehat, dan mereka akan mengambil elemen-elemen mendasar ilmu pengetahuan dan seni seperti mereka mendapatkan albumen, udara dan kehangatan matahari, dalam sebuah masyarakat dimana listrik dan radio tidak akan menjadi keahlian khusus bagi mereka saat ini, tetapi berasal dari sumber kekuatan super yang tak pernah lelah dengan menekan sebuah tombol utama, di mana tidak akan terdapat "mulut yang tak berguna," di mana keegoisan liberal dari kekuatan adikuasa!” akan diarahkan seluruhnya pada pemahaman, transformasi dan perbaikan alam semesta –dalam masyarakat yang demikian pembangunan dinamis kebudayaan tak akan tertandingi oleh semua pembangunan di masa sebelumnya. Tetapi kesemuanya hanya akan datang sesudah sebuah pendakian, yang panjang dan sulit, yang masih menghadang kita didepan. Dan kita saat ini terbukti sedang membicarakan periode-periode pendakian tersebut.
Tetapi tidakkah momen saat ini dinamis? Ya, sangat betul memang. Tetapi kedinamisan ini terpusat pada politik. Perang dan revolusi memang dinamis, tetapi dengan biaya tekhnologi serta budaya. Adalah benar bahwa perang telah menghasilkan deretan panjang penemuan-penemuan tekhnologi. Tetapi kemiskinan yang perang hasilkan telah menghentikan penerapan praksis dari penemuan-penemuan ini untuk waktu yang lama dan karenanya juga menghentikan kemungkinan keberadaan mereka dalam kehidupan yang revolusioner. Ini menunjuk pada radio, aviasi, dan banyak penemuan-penemuan mekanis lainnya.
Pada pihak lain, revolusi memberikan landasan bagi adanya sebuah masyarakat baru. Tetapi ini dilakukan dengan metode masyarakat lama, dengan perjuangan kelas, dengan kekerasan, penghancuran dan pemunahan. Jika revolusi proletar tidak datang, umat manusia akan tercekik dalam pertentangannya sendiri. Revolusi menyelamatkan masyarakat dan budaya, tetapi dilakukan melalui pembedahan yang paling kejam. Semua kekuatan aktif dikonsentrasikan ke dalam politik dan perjuangan revolusioner, segala sesuatu yang lain didorong kembali ke dalam latar belakangnya dan semua halangan akan dilindas. Dalam proses ini, tentu saja terdapat pasang dan surut; komunisme militeristik memberikan tempat bagi NEP, yang sebaliknya, dilewati melalui beberapa tahapan.
Tetapi dalam esensinya, kediktatoran proletariat bukanlah sebuah organisasi untuk pemproduksian budaya bagi sebuah masyarakat baru, tetapi merupakan sebuah sistem militeristik dan revolusioner yang berjuang untuk ini. Ini tidak boleh dilupakan. Kita berfikir bahwa sejarawan masa depan akan menempatkan titik kulminasi masyarakat lama pada tanggal 2 Agustus 1914, saat kekuatan budaya borjuis membiarkan dunia terjerumus ke dalam darah dan api perang imperialistik. Awal dari sejarah baru umat manusia akan dikenang pada momen 7 November 1917. Tahapan-tahapan dasar perkembangan manusia yang kita percayai akan terbentuk adalah sebagai berikut: ‘sejarah’ pra historic manusia primitif; sejarah kuno, yang kebangkitannya didasarkan atas perbudakan; Abad-abad pertengahan, didasarkan pada kepemilikan tanah; kapitalisme, dengan exploitasi upah bebas; dan akhirnya masyarakat sosialis, dengan transisi ke dalam komunitas tanpa negara yang kita harapkan tak menyakitkan. Dua puluh, tiga puluh, atau lima puluh tahun lagi revolusi proletar dunia akan turun dalam sejarah sebagai pendakian yang tersulit dari satu sistem ke sistem yang lain, tetapi sama sekali bukanlah sebuah era yang independen dari budaya proletar.
Sekarang, tahun-tahun untuk mengambil nafas dan beristirahat sejenak, beberapa ilusi mungkin muncul dalam Republik Soviet dalam hubungannya dengan hal ini. Kita telah menempatkan pertanyaan-pertanyaan budaya pada keteraturan hari. Dengan memproyeksikan masalah-masalah kita sekarang pada masa depan yang jauh, seseorang dapat berfikir sendiri mengenai deretan tahun-tahun yang panjang menuju budaya proletar. Tetapi tidak peduli sepenting dan seurgen apapun pembangunan budaya kita nantinya, ini sepenuhnya didominasi oleh pendekatan revolusi Eropa dan dunia. Kita, seperti sebelumnya, merupakan prajurit-prajurit dalam sebuah perjalanan panjang. Kita sedang berkemah barang sehari. Pakaian kita harus dicuci, rambut kita harus dipangkas dan disisir, dan, yang terpenting dari kesemuanya, senapan kita harus dibersihkan dan diminyaki. Keseluruhan ekonomi dan kerja-kerja budaya saat ini tidak lebih penting dari penyerahan diri kita ke dalam dua pertempuran dan dua perjuangan. Pertempuran-pertempuran prinsipil menghadang didepan, mungkin tidak terlalu lama lagi. Masa kita belumlah sebuah masa bagi kebudayaan baru, tetapi hanya tangga menuju kesana. Kita harus, pertama kali, merebut kepemilikan, secara politis, elemen terpenting budaya lama, sampai satu tingkatan, setidaknya, mampu untuk mengahaluskan jalan bagi sebuah kebudayaan baru.
Ini terutama menjadi jelas ketika seseorang menganggapnya seperti seharusnya, yaitu dalam karakter-karakter internasionalnya. Kaum proletar bukanlah kelas yang menguasai kepemilikan. Ini sendiri sangat menjauhkan kaum proletar dari kemungkinan untuk menguasai elemen-elemen budaya borjuis yang telah memasuki inventarisasi umat manusia untuk selama-lamanya. Dalam pengertian tertentu, bisa dibenarkan jika seseorang berkata bahwa kaum proletar juga, setidaknya proletariat Eropa, memiliki masa perubahannya sendiri. Era tersebut muncul pada pertengahan kedua abad 19 saat, tanpa melakukan sebuah tindakan terhadap kekuasaan negara secara langsung, mereka meraih kondisi-kondisi legal perubahan yang lebih bisa diterima di bawah sistem borjuis.
Tetapi, yang pertama kali harus diperhatikan, periode ‘reformasi’ ini (parlementarianisme dan perubahan sosial), yang utamanya berhubungan dengan periode sejarah Internasionalisme Kedua, hanya memberikan kaum proletar waktu yang demikian panjang seperti halnya apa yang mereka berikan pada borjuis di masa sebelumnya. Yang kedua, kaum proletar, selama periode persiapan ini, tidak semuanya menjadi sebuah kelas yang lebih makmur dan tidak juga mengkonsentrasikan kekuatan material pada tangannya. Sebaliknya, dari cara pandang budaya dan sosial, mereka terus menerus menjadi semakin tidak beruntung. Kaum borjuis mulai berkuasa dengan dipersenjatai secara penuh oleh kebudayaan di masanya. Kaum proletar, pada pihak lain, berkuasa dengan dipersenjatai secara penuh dengan kebutuhan yang akut akan penguasaan budaya. Permasalahan yang dihadapi proletariat yang telah merebut kekuasaan terdiri dari, pertama, bagaimana menggenggam aparatur-aparatur budaya –industri, sekolah, publikasi, pers, teater, dan lain sebagainya.-yang tidak berpihak padanya sebelumnya, dan karenanya membuka lintasan bagi budaya mereka sendiri.
Tugas kita di Rusia diperumit oleh kemiskinan tradisi budaya secara menyeluruh dan oleh penghancuran material yang dikarenakan oleh kejadian-kejadian pada dekade terakhir. Setelah pengambilan kekuasaan dan sesudah hampir sembilan tahun perjuangan untuk retensi dan konsolidasi, kaum proletar kita dipaksa untuk mengerahkan seluruh energinya pada penciptaan kondisi-kondisi paling mendasar dari eksisensi material dan penciptaan hubungan dengan ABC budaya -ABC dalam pengertian kata yang sesungguhnya dan literal. Bukannya untuk tujuan kosong jika kita membebani diri kita sendiri dengan tugas memiliki kesusastraan universal pada peringatan tahun kesepuluh rezim Soviet.
Mungkin seseorang keberatan bahwa saya menaruh konsep budaya proletar dalam sebuah pengertian yang terlalu luas. Mungkin tak kita temukan budaya proletar secara penuh dan lengkap, tapi kelas pekerja bisa memberi tanda keberadaannya dalam budaya sebelum mereka luruh dalam sebuah masyarakat komunis. Keberatan seperti demikian pertama kali harus di daftar sebagai sebuah kemunduran serius dari sebuah posisi dimana budaya proletar dimungkinkan kedatangannya. Tidak perlu dipertanyakan bahwa kaum proletar, di masa kediktatorannya, akan mensinyalkan keberadaannya pada lapangan kebudayaan. Tetapi kedatangan budaya proletar masihlah jauh, dalam pengertian jika yang dimaksud sebagai budaya adalah sistem pengetahuan yang harmonis dan sudah berkembang dan seni dalam keseluruhan lapangan kerja spiritual dan material. Dikuasainya baca tulis dan aritmetika oleh sepuluh juta manusia dalam sejarah untuk pertama kali adalah sebuah fakta budaya baru yang betul-betul luar biasa. Esensi budaya baru tidak akan lagi berkutat dalam budaya aristokratik yang hanya dimengerti oleh sebuah kelompok minoritas dengan privilese, tetapi sebuah budaya massa, sebuah budaya yang universal dan populer. Kwantitas akan bergerak menuju kwalitas; dengan pertumbuhan kwantitas budaya akan datang sebuah kenaikan dalam level dan perubahan dalam karakternya. Tetapi proses ini akan berkembang hanya melalui serangkaian tahapan-tahapan historis. Dalam tingkatan dimana proses tersebut berhasil dengan baik, ini akan melemahkan karakter kelas kaum proletar dan dalam perjalanannya ini akan menghapus basis budaya proletar.
Bagaimana dengan tingkatan teratas dari kelas pekerja? Bagaimana dengan garda depan revolusionernya? Tidak bisakah seseorang berkata bahwa sebuah perkembangan budaya proletar sedang terjadi saat ini meskipun dalam lingkup yang sempit? Bukankah kita mempunyai Akademi Sosialis? Profesor merah? Beberapa orang salah dalam menaruh pertanyaan ini dalam pengertian yang demikian yang abstrak. Ide seperti ini seolah-olah mengatakan bahwa adalah mungkin untuk menciptakan budaya proletar dengan metode-metode laboratorium.
Faktanya, tekstur budaya terjalin pada pada titik-titik di mana hubungan-hubungan dan interaksi-interaksi intelegensia sebuah kelas dan kelas lain bertemu. Budaya borjuis-tekhnis, politis, filosofis dan artistik, dibangun melalui interaksi borjuis dan para penemu-penemu, pemimpin-pemimpin, pemikir-pemikir dan penulis-penulis puisinya. Pembaca menciptakan penulis dan penulis menciptakan pembaca. Ini memang benar dalam tingkatan proletariat yang lebih besar, karena ekonomi, politik dan budayanya hanya bisa dibangun di atas dasar aktivitas kreatif massa.
Tugas utama kaum intelektual proletar dalam waktu mendatang bukanlah pembentukan sebuah budaya baru secara abstrak tanpa memperhitungkan ketiadaan dasar bagi ini semua, tetapi lebih pada penentuan budaya secara tepat, yaitu dalam bentuk penanaman yang kritis, berencana dan sistematis kepada massa yang terbelakang mengenai elemen-elemen esensial budaya yang sudah ada. Mustahil untuk menciptakan sebuah budaya kelas dibelakang punggung sebuah kelas. Dan untuk membangun kebudayaan melalui kerjasama dengan kelas pekerja dan dalam kontak yang dekat dengan kemunculan
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dimedia telah diumbar taentang prospek Ekonomi ditahun 2011. Praktisi, Penulis, dan Pembicara Bidang Manajemen Korporasi, Djayendra menjelaskan bahwa Indikator perekonomian Indonesia di akhir tahun 2010 ini memperlihatkan tanda- tanda positif. Cadangan devisa sudah mencapai angka sekitar 93 miliar dollar AS. Indeks saham BEI sudah mencapai angka di atas 3600. Rupiah cukup kuat bergerak di sekitar Rp 8900 – 9100/USD. Ketiga hal tersebut menguat disebabkan oleh aliran modal asing ke Indonesia yang sangat luar biasa, khususnya ke pasar modal dan pasar uang. Termasuk, naiknya harga-harga komoditas dasar di pasar global membuat perekonomian Indonesia semakin membaik. Di samping itu, gaya pemerintahan sekarang yang sangat pro pasar bebas, sehingga para investor asing merasa sangat nyaman berbisnis di Indonesia. Oleh karena itu, dalam jangka pendek perekonomian Indonesia memiliki prospek yang sangat bagus, dan di tahun 2011 perekonomian Indonesia akan semakin membaik.
2010 telah kita lalui bersama dengan segala macam peristiwa, saatnya kita melihat bagaimana prospek ekonomi di tahun 2011. Beberapa pengamat memperkirakan optimisme bahwa perekonomian tahun depan akan cerah dan menjanjikan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka kita butuh membuat rumusan masalah dengan maksud, agar tidak keluar dari permasalahan. Adapun rumusan masalah ialah :
- Bagai mana prospek Ekonomi Indonesia ditahun 2011 ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Perekonomian Indonesia optimis ditahun 2011
Perrekonomian Indonesia pada 2010 dinilai sejumlah kalangan cukup menggembirakan. Di saat sebagian besar negara di dunia mengalami pertumbuhan negatif, perekonomian Indonesia justru tumbuh dengan laju sekitar enam persen.
World Economic Forum melaporkan, peringkat daya saing Indonesia untuk 2010-2011 naik 10 tingkat di angka 44 dari peringkat sebelumnya di level 54. Kenaikan itu terutama didorong kinerja makro ekonomi yang sangat baik. Linerja ekspor tumbuh pesat.
Komite Ekonomi Nasional atau KEN, lembaga yang ditugasi untuk memberi masukan kebijakan ekonomi kepada Presiden, meyakini laju ekonomi Indonesia tahun depan akan melaju lebih cepat. KEN berharap bisa mendorong pemerintah memaksimalkan momentum pertumbuhan ekonomi ini.
Antara lain dengan terciptanya koordinasi yang baik, pengambilan kebijakan yang cepat dan tepat, serta tetap mewaspadai gejolak keuangan global. "Melakukan akselerasi, percepatan supaya ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat lagi," kata Chairul Tanjung, Ketua KEN, pada acara diskusi Prospek Ekonomi 2011 di Jakarta, Senin (20/12).
Dengan kebijakan ekonomi yang tepat, KEN yakin perekonomian Indonesia tahun depan akan tumbuh dengan laju 6,4 persen. Menurut KEN, tingkat konsumsi, investasi, dan ekspor akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita secara serentak. Semetnara total out put perekonomian Indonesia diperkirakan mencapai Rp 7.726 triliun. Ini dikarenakan Indonesia baru memasuki fasa ekspansinya.
Meski begitu, lembaga penasehat ekonomi Presiden ini berharap pemerintah mewaspadai tantangan dan risiko di tahun mendatang. Tantangan tersebut baik gejolak keuangan dunia maupun faktor dalam negeri yang bisa berakibat buruk pada stabilitas ekonomi makro.(BOG)
B. Prospek Ekonomi Indonesia tahun 2011
Diperkirakan perekonomian Indonesia di tahun 2011 akan tumbuh di kisaran 5,8% – 6,2%. Rupiah akan berada di sekitar Rp 8900/9400 per dollar Amerika Serikat. Sangat percaya di tahun 2011 perjalanan perekonomian Indonesia akan terlihat seperti di tahun 2010. Pembangunan ekonomi domestik, yang bisa kita lihat distribusi uang dari sektor perbankan ke sektor usaha sudah semakin membaik. Peran bank umum besar dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) semakin luar biasa untuk membantu keuangan usaha kecil menengah. Saat ini mendapatkan modal usaha dari bank untuk usaha kecil menengah mungkin tidak sesulit zaman dulu. Sekarang bank semakin memahami kekuatan usaha kecil menengah dan memiliki motivasi yang sangat luar biasa untuk membantu keuangan usaha kecil menengah. Artinya, perekonomian domestik dengan kekuatan usaha kecil, menengah, dan usaha non formal akan memperkuat fondasi perekonomian domestik Indonesia di sepanjang tahun
Sedangkan pengamat ekonomi Universitas Gajah Mada, Toni Prasetiantono dalam seminar politik dan ekonomi Indonesia 2011 di Jakarta sebagaimana dilansir medanbisnis, mengatakan bahwa potret ekonomi 2011 masih menjanjikan, pertumbuhan ekonomi 6,0 persen masih bisa dicapai.
Sementara itu, Bank Pembangunan Asia memperkirakan pertumbuhan ekonomi 45 negara berkembang Asia pada 2011 tetap di level 7,3%, dari estimasi tahun ini di 8,6%. Dalam sebuah laporan yang dirilis Selasa (7/12), lembaga Manila menaikkan perkiraan pertumbuhan untuk 45 negara berkembangan di Asia dan Pasific dari perkiraan 8,2% yang dibuat pada September.
Perekonomian Indonesia harus selalu dikelola secara sangat hati-hati. Sebab, dana-dana investasi yang masuk cukup besar ke pasar modal dan pasar uang tersebut berpotensi sebagai dana-dana spekulasi. Untuk itu, saatnya kita semua tidak terlalu terlena oleh pujian-pujian dari berbagai lembaga internasional terhadap kemajuan ekonomi Indonesia. Kita semua harus selalu optimis dalam melihat masa depan ekonomi, kita juga harus cerdas memahami realitas yang kita miliki saat ini. Di samping itu kita harus jujur atas keterbatasan energi listrik kita untuk mendorong terciptanya investasi di sektor riil. Persoalan infrastruktur sangat perlu di perhatikan. Hal yang paling sederhana adalah persoalan macet di jalan raya. Hampir semua kota-kota bisnis dan industri di Indonesia mengalami hambatan dalam distribusi produk dan jasa secara efektif, efisien, dan produktif. Dan semua ini disebabkan tidak terkelolanya jalan raya secara baik, sehingga macet dimana-mana dan memperlambat laju pertumbuhan ekonomi.
Menurut Djayendra, beberapa hal yang perlu diperhatikan di tahun 2011 adalah
1. Pemerintah harus lebih fokus untuk pemerataan dan pembangunan ekonomi domestik.
2. Industri dalam negeri harus lebih dilindungi dan jangan dibiarkan menjadi korban dari industri murah China.
3. Jangan terlalu terlena dengan angka-angka ekonomi makro, tapi perhatikan sifat dari angka-angka ekonomi makro tersebut.
4. Manfaatkan momentum positif perekonomian Indonesia di tahun 2011 untuk memperkuat fondasi sektor usaha perkebunan, pertanian, perikanan, dan energi.
5. Manfaatkan potensi kreatifitas masyarakat Indonesia untuk memperkuat fondasi ekonomi domestik.
6. Alam Indonesia yang luar biasa indah ini seharusnya mulai dikelola secara profesional untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.
C. Resiko & Tantangan Ekonomi di 2011
Komite Ekonomi Nasional dalam buku Prospek Ekonomi Indonesia 2011 menuturkan ada sejumlah tantangan dan risiko yang perlu diantisipasi Indonesia di tahun depan sebagaimana dilansir vivanews.com adalah :
Tantangan atas kemungkinan terjadinya gelembung nilai aset (asset bubble) dan inflasi, karena kurangnya daya serap ekonomi nasional terhadap masuknya modal asing, termasuk jangka pendek.
Terhentinya arus modal masuk dan bahkan terjadinya penarikan kembali modal masuk dalam jumlah besar.
Subsidi energi dan alokasi yang kurang efisisien. Selama ini, subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) masih dinikmati orang mampu (berpenghasilan tinggi). Terkait masalah ini, Ketua Komite Ekonomi Nasional, Chairul Tanjung mengatakan yang wajib mendapat subsidi ialah orang miskin, orang mampu sebaiknya tidak dapat subsidi.
Resiko inflasi terutama dipicu komponen makanan, pendidikan, dan ekspektasi inflasi. Infrastrukstur dan interkoneksi (transportasi) yang kurang memadai.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Indikator perekonomian Indonesia di akhir tahun 2010 ini memperlihatkan tanda- tanda positif. Cadangan devisa sudah mencapai angka sekitar 93 miliar dollar AS. Indeks saham BEI sudah mencapai angka di atas 3600. Rupiah cukup kuat bergerak di sekitar Rp 8900 – 9100/USD. Ketiga hal tersebut menguat disebabkan oleh aliran modal asing ke Indonesia yang sangat luar biasa, khususnya ke pasar modal dan pasar uang. Termasuk, naiknya harga-harga komoditas dasar di pasar global membuat perekonomian Indonesia semakin membaik. Di samping itu, gaya pemerintahan sekarang yang sangat pro pasar bebas, sehingga para investor asing merasa sangat nyaman berbisnis di Indonesia. Oleh karena itu, dalam jangka pendek perekonomian Indonesia memiliki prospek yang sangat bagus, dan di tahun 2011 perekonomian Indonesia akan semakin membaik.
B. Saran-saran
Perekonomian Indonesia ditahun 2011 akan semakin membaik. Oleh karena itu, pemerintah, masyrakat dan para ekonom Indonesia jaga, serta jangan merusak jalannya arus perekonomian kita.
Pemerintah perlu memperhatikan Enam hal yang bisa memperhambat perekonomian menurud Djayendra diatas.
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang telah diberikan Tuhan yang maha Esa, sehingga kami bisa menyelesaikan karya ilmiah ini dalam bentuk makalah meskipun dalam penulisan ini masi banyak kekurangan-kekurangn. Itu merupakan unsur manusiawi yang punya kekurangan dan kelebihan.
Dan tak lupa juga mengucapkan banyak terimakasih kepada orang yang membantu dalam pembuatan karya ilmiah ini, terkhusus Sabri yang banyak meluangkan waktu dalam pembuatan makalah ini, terimakasih atas bantuanya.
Serta ucapan terimakasih kepada kedua orang tau saya yang selalu mendukung anaknya untuk menuntut ilmu. Dan juga kepada Dosen yang selalu memberikan bimbingan kepada kami dengan penuh ketekunan dan keihlasan. Pengorbanamu semoga terbalaskan oleh Tuhan terkhusus yang menangani mata kuliah ini, terimakasih yang sebesar-besarnya.
Permintaan maaf apa bila dalam penulisan ini terdapat kekeliruan-kekeliruan. Kami sebagai penulis sangat menyadari hal itu, dan sekali lagi maaf dan permohonan maaf selalu terhanturkan.
Penulis
DAFTAR ISI
SAMPUL
KATA PENGANTAR ......................................................................................... i
DAFTAR ISI ..................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
A. Latar Belakang .................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .............................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................... 2
A. Perekonomian Indonesia optimis ditahun 2011 ....................................... 2
B. Prospek Ekonomi Indonesia 2011 ........................................................... 2
C. Resiko & Tantangan Ekonomi di 2011 ...................................................... 3
BAB III PENUTUP ............................................................................................. 5
A. Kesimpulan ......................................................................................... 5
B. Saran-saran ......................................................................................... 5
DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dimedia telah diumbar taentang prospek Ekonomi ditahun 2011. Praktisi, Penulis, dan Pembicara Bidang Manajemen Korporasi, Djayendra menjelaskan bahwa Indikator perekonomian Indonesia di akhir tahun 2010 ini memperlihatkan tanda- tanda positif. Cadangan devisa sudah mencapai angka sekitar 93 miliar dollar AS. Indeks saham BEI sudah mencapai angka di atas 3600. Rupiah cukup kuat bergerak di sekitar Rp 8900 – 9100/USD. Ketiga hal tersebut menguat disebabkan oleh aliran modal asing ke Indonesia yang sangat luar biasa, khususnya ke pasar modal dan pasar uang. Termasuk, naiknya harga-harga komoditas dasar di pasar global membuat perekonomian Indonesia semakin membaik. Di samping itu, gaya pemerintahan sekarang yang sangat pro pasar bebas, sehingga para investor asing merasa sangat nyaman berbisnis di Indonesia. Oleh karena itu, dalam jangka pendek perekonomian Indonesia memiliki prospek yang sangat bagus, dan di tahun 2011 perekonomian Indonesia akan semakin membaik.
2010 telah kita lalui bersama dengan segala macam peristiwa, saatnya kita melihat bagaimana prospek ekonomi di tahun 2011. Beberapa pengamat memperkirakan optimisme bahwa perekonomian tahun depan akan cerah dan menjanjikan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka kita butuh membuat rumusan masalah dengan maksud, agar tidak keluar dari permasalahan. Adapun rumusan masalah ialah :
- Bagai mana prospek Ekonomi Indonesia ditahun 2011 ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Perekonomian Indonesia optimis ditahun 2011
Perrekonomian Indonesia pada 2010 dinilai sejumlah kalangan cukup menggembirakan. Di saat sebagian besar negara di dunia mengalami pertumbuhan negatif, perekonomian Indonesia justru tumbuh dengan laju sekitar enam persen.
World Economic Forum melaporkan, peringkat daya saing Indonesia untuk 2010-2011 naik 10 tingkat di angka 44 dari peringkat sebelumnya di level 54. Kenaikan itu terutama didorong kinerja makro ekonomi yang sangat baik. Linerja ekspor tumbuh pesat.
Komite Ekonomi Nasional atau KEN, lembaga yang ditugasi untuk memberi masukan kebijakan ekonomi kepada Presiden, meyakini laju ekonomi Indonesia tahun depan akan melaju lebih cepat. KEN berharap bisa mendorong pemerintah memaksimalkan momentum pertumbuhan ekonomi ini.
Antara lain dengan terciptanya koordinasi yang baik, pengambilan kebijakan yang cepat dan tepat, serta tetap mewaspadai gejolak keuangan global. "Melakukan akselerasi, percepatan supaya ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat lagi," kata Chairul Tanjung, Ketua KEN, pada acara diskusi Prospek Ekonomi 2011 di Jakarta, Senin (20/12).
Dengan kebijakan ekonomi yang tepat, KEN yakin perekonomian Indonesia tahun depan akan tumbuh dengan laju 6,4 persen. Menurut KEN, tingkat konsumsi, investasi, dan ekspor akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita secara serentak. Semetnara total out put perekonomian Indonesia diperkirakan mencapai Rp 7.726 triliun. Ini dikarenakan Indonesia baru memasuki fasa ekspansinya.
Meski begitu, lembaga penasehat ekonomi Presiden ini berharap pemerintah mewaspadai tantangan dan risiko di tahun mendatang. Tantangan tersebut baik gejolak keuangan dunia maupun faktor dalam negeri yang bisa berakibat buruk pada stabilitas ekonomi makro.(BOG)
B. Prospek Ekonomi Indonesia tahun 2011
Diperkirakan perekonomian Indonesia di tahun 2011 akan tumbuh di kisaran 5,8% – 6,2%. Rupiah akan berada di sekitar Rp 8900/9400 per dollar Amerika Serikat. Sangat percaya di tahun 2011 perjalanan perekonomian Indonesia akan terlihat seperti di tahun 2010. Pembangunan ekonomi domestik, yang bisa kita lihat distribusi uang dari sektor perbankan ke sektor usaha sudah semakin membaik. Peran bank umum besar dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) semakin luar biasa untuk membantu keuangan usaha kecil menengah. Saat ini mendapatkan modal usaha dari bank untuk usaha kecil menengah mungkin tidak sesulit zaman dulu. Sekarang bank semakin memahami kekuatan usaha kecil menengah dan memiliki motivasi yang sangat luar biasa untuk membantu keuangan usaha kecil menengah. Artinya, perekonomian domestik dengan kekuatan usaha kecil, menengah, dan usaha non formal akan memperkuat fondasi perekonomian domestik Indonesia di sepanjang tahun
Sedangkan pengamat ekonomi Universitas Gajah Mada, Toni Prasetiantono dalam seminar politik dan ekonomi Indonesia 2011 di Jakarta sebagaimana dilansir medanbisnis, mengatakan bahwa potret ekonomi 2011 masih menjanjikan, pertumbuhan ekonomi 6,0 persen masih bisa dicapai.
Sementara itu, Bank Pembangunan Asia memperkirakan pertumbuhan ekonomi 45 negara berkembang Asia pada 2011 tetap di level 7,3%, dari estimasi tahun ini di 8,6%. Dalam sebuah laporan yang dirilis Selasa (7/12), lembaga Manila menaikkan perkiraan pertumbuhan untuk 45 negara berkembangan di Asia dan Pasific dari perkiraan 8,2% yang dibuat pada September.
Perekonomian Indonesia harus selalu dikelola secara sangat hati-hati. Sebab, dana-dana investasi yang masuk cukup besar ke pasar modal dan pasar uang tersebut berpotensi sebagai dana-dana spekulasi. Untuk itu, saatnya kita semua tidak terlalu terlena oleh pujian-pujian dari berbagai lembaga internasional terhadap kemajuan ekonomi Indonesia. Kita semua harus selalu optimis dalam melihat masa depan ekonomi, kita juga harus cerdas memahami realitas yang kita miliki saat ini. Di samping itu kita harus jujur atas keterbatasan energi listrik kita untuk mendorong terciptanya investasi di sektor riil. Persoalan infrastruktur sangat perlu di perhatikan. Hal yang paling sederhana adalah persoalan macet di jalan raya. Hampir semua kota-kota bisnis dan industri di Indonesia mengalami hambatan dalam distribusi produk dan jasa secara efektif, efisien, dan produktif. Dan semua ini disebabkan tidak terkelolanya jalan raya secara baik, sehingga macet dimana-mana dan memperlambat laju pertumbuhan ekonomi.
Menurut Djayendra, beberapa hal yang perlu diperhatikan di tahun 2011 adalah
1. Pemerintah harus lebih fokus untuk pemerataan dan pembangunan ekonomi domestik.
2. Industri dalam negeri harus lebih dilindungi dan jangan dibiarkan menjadi korban dari industri murah China.
3. Jangan terlalu terlena dengan angka-angka ekonomi makro, tapi perhatikan sifat dari angka-angka ekonomi makro tersebut.
4. Manfaatkan momentum positif perekonomian Indonesia di tahun 2011 untuk memperkuat fondasi sektor usaha perkebunan, pertanian, perikanan, dan energi.
5. Manfaatkan potensi kreatifitas masyarakat Indonesia untuk memperkuat fondasi ekonomi domestik.
6. Alam Indonesia yang luar biasa indah ini seharusnya mulai dikelola secara profesional untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.
C. Resiko & Tantangan Ekonomi di 2011
Komite Ekonomi Nasional dalam buku Prospek Ekonomi Indonesia 2011 menuturkan ada sejumlah tantangan dan risiko yang perlu diantisipasi Indonesia di tahun depan sebagaimana dilansir vivanews.com adalah :
Tantangan atas kemungkinan terjadinya gelembung nilai aset (asset bubble) dan inflasi, karena kurangnya daya serap ekonomi nasional terhadap masuknya modal asing, termasuk jangka pendek.
Terhentinya arus modal masuk dan bahkan terjadinya penarikan kembali modal masuk dalam jumlah besar.
Subsidi energi dan alokasi yang kurang efisisien. Selama ini, subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) masih dinikmati orang mampu (berpenghasilan tinggi). Terkait masalah ini, Ketua Komite Ekonomi Nasional, Chairul Tanjung mengatakan yang wajib mendapat subsidi ialah orang miskin, orang mampu sebaiknya tidak dapat subsidi.
Resiko inflasi terutama dipicu komponen makanan, pendidikan, dan ekspektasi inflasi. Infrastrukstur dan interkoneksi (transportasi) yang kurang memadai.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Indikator perekonomian Indonesia di akhir tahun 2010 ini memperlihatkan tanda- tanda positif. Cadangan devisa sudah mencapai angka sekitar 93 miliar dollar AS. Indeks saham BEI sudah mencapai angka di atas 3600. Rupiah cukup kuat bergerak di sekitar Rp 8900 – 9100/USD. Ketiga hal tersebut menguat disebabkan oleh aliran modal asing ke Indonesia yang sangat luar biasa, khususnya ke pasar modal dan pasar uang. Termasuk, naiknya harga-harga komoditas dasar di pasar global membuat perekonomian Indonesia semakin membaik. Di samping itu, gaya pemerintahan sekarang yang sangat pro pasar bebas, sehingga para investor asing merasa sangat nyaman berbisnis di Indonesia. Oleh karena itu, dalam jangka pendek perekonomian Indonesia memiliki prospek yang sangat bagus, dan di tahun 2011 perekonomian Indonesia akan semakin membaik.
B. Saran-saran
Perekonomian Indonesia ditahun 2011 akan semakin membaik. Oleh karena itu, pemerintah, masyrakat dan para ekonom Indonesia jaga, serta jangan merusak jalannya arus perekonomian kita.
Pemerintah perlu memperhatikan Enam hal yang bisa memperhambat perekonomian menurud Djayendra diatas.
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang telah diberikan Tuhan yang maha Esa, sehingga kami bisa menyelesaikan karya ilmiah ini dalam bentuk makalah meskipun dalam penulisan ini masi banyak kekurangan-kekurangn. Itu merupakan unsur manusiawi yang punya kekurangan dan kelebihan.
Dan tak lupa juga mengucapkan banyak terimakasih kepada orang yang membantu dalam pembuatan karya ilmiah ini, terkhusus Sabri yang banyak meluangkan waktu dalam pembuatan makalah ini, terimakasih atas bantuanya.
Serta ucapan terimakasih kepada kedua orang tau saya yang selalu mendukung anaknya untuk menuntut ilmu. Dan juga kepada Dosen yang selalu memberikan bimbingan kepada kami dengan penuh ketekunan dan keihlasan. Pengorbanamu semoga terbalaskan oleh Tuhan terkhusus yang menangani mata kuliah ini, terimakasih yang sebesar-besarnya.
Permintaan maaf apa bila dalam penulisan ini terdapat kekeliruan-kekeliruan. Kami sebagai penulis sangat menyadari hal itu, dan sekali lagi maaf dan permohonan maaf selalu terhanturkan.
Penulis
DAFTAR ISI
SAMPUL
KATA PENGANTAR ......................................................................................... i
DAFTAR ISI ..................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
A. Latar Belakang .................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .............................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................... 2
A. Perekonomian Indonesia optimis ditahun 2011 ....................................... 2
B. Prospek Ekonomi Indonesia 2011 ........................................................... 2
C. Resiko & Tantangan Ekonomi di 2011 ...................................................... 3
BAB III PENUTUP ............................................................................................. 5
A. Kesimpulan ......................................................................................... 5
B. Saran-saran ......................................................................................... 5
DAFTAR PUSTAKA
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
About Me
Popular Posts
-
CARA MEMBUKA AKUN LIBERTY RESERVE
Cara membuat akun Liberty Reserve. Dunia online atau sering disebut juga dunia maya terasa besar dampaknya terhadap peradaban manusia saat i... -
Strategi Hebat Cari Uang Di Internet
Apakabar marketer? Hari ini saya ingin menginformasikan berita penting. Khususnya jika Anda pemula dan ingin benar-benar ngrasain gimana d... -
KARAKTERISTIK SISITEM PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA : NASIONAL ISME SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN
A. NASIONALISME DAN PENDIDIKAN NASIONAL 1. Karakteristik Nasionalisme a. Batasan 1. Bangsa Ernest Renang dalam ‘Qu’est qu une nation?’’... -
10 Tips Sukses Trading Forex
Tips Sukses Trading Forex kali ini mungkin sedikit lebih menitikberatkan pada “fokus” pada sistem trading anda. Banyak trader yang gagal ka... -
AKU DAN TUHAN
MENGHILANGKAN AKU MENGHADIRKAN TUHAN Dalam kehidupan modern, sering dibedakan antara kebenaran Tuhan dengan kebenaran manusia. Sehingga te... -
Cara Beriklan
Di bawah ini adalah cara memasang iklan yang harus dilakukan oleh seorang Advertisers : 1. Silakan lakukan pendaftaran terlebih dahulu deng... -
Prospek Ekonomi 2011
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dimedia telah diumbar taentang prospek Ekonomi ditahun 2011. Praktisi, Penulis, dan Pembicara Bidang ... -
PERANG VIRTUAL IDEOLOGI DUNIA
KAPITALISME VS KOMUNISME Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk merai... -
Prospek Ekonomi 2011
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dimedia telah diumbar taentang prospek Ekonomi ditahun 2011. Praktisi, Penulis, dan Pembicara Bidang ... -
Master Trader Dunia Bicara
Tanding memiliki tujuan sederhana tidak peduli apakah karena ada indikator matematika yang rumit , tidak peduli karena hasil mempelajari ber...